Pringsewu.Lappung.COM – Menurut Tardawi, salah satu pedagang Belut di Pringsewu. Saat ini harga belut hidup yang dijualnya kepada para pembeli seharga 70 ribu rupiah per kilogramnya.
Tardawi merupakan salah satu penjual belut di Kabupaten Pringsewu. Sehari-hari ia dan beberapa pedagang lainnya. Berjualan Belut di Pinggiran Jalan Lintas Barat Pringsewu. Tepatnya di Pekon Bulok, Dekat Tugu Gajah, Pintu masuk Kompleks Pemda Kabupaten Pringsewu.
Letaknya yang strategis. Serta Banyaknya kendaraan yang lalu lalang di jalur lintas barat ini, baik dari arah Bandarlampung maupun dari arah Tanggamus. Memberikan berkah tersendiri bagi para penjual belut hidup di lokasi tersebut.
Banyak para pengendara saat melintasi area ini, berhenti sejenak untuk membeli belut yang dijual para pedagang. Transaksi jual-beli berlangsung sehari-hari di lokasi ini. Aktivitas jual beli yang berlangsung ini, membawa berkah rezeki bagi para pedagang belut.
BACA JUGA: Cerita Sukses Vito 27 Koi Farm Di Kabupaten Pringsewu
Ditemui di lapak dagangannya, Tardawi mengungkapkan, bahwa kurang lebih sudah 5 tahun ia berjualan belut di lokasi ini bersama isterinya. “Sudah sekitar 5 tahunanlah sama isteri jualan belut hidup dilokasi sini,” ujar Dawi, demikian panggilannya.

Kemudian menurut Dawi, terkait harga jual belut dipedagang eceran sepertinya, tergantung dari pasokan, karena saat ini belut sering langka. “Kalo untuk saat ini harga belut hidup 70 ribu rupiah per kilonya,” ujar warga Bulok Sari, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. Pada Minggu Sore (31/20/2021).
Selanjutnya, Sri Murni isteri dari Tardawi, menambahkan bahwa memang sekarang ini harga jual belut hidup sedang tinggi. “Sebab sekarang ini belut memang sering jarang ada,” timpalnya.
Diakhir perbincangannya, Tardawi menyampaikan bahwa selama menekuni usaha dagang belut hidup. Harga belut hidup pernah mencapai harga tertinggi 80 ribu Rupiah per kilogramnya. “Pernah sampai harga 80 ribu per kilonya karena belut lagi sangat susah ada,” imbuhnya.
Dawi juga mengatakan, ia bersama-sama rekan para pedagang belut lainnya dilokasi ini tidak ada persaingan antara sesama pedagang. “Sudah seperti saudara aja dengan teman-teman yang lain. Kalo ada pembeli banyak misalnya 10 kilo, ya bagi-bagi aja dengan teman pedagang lainnya,” pungkasnya.




Lappung Media Network