Pringsewu.Lappung.COM – Fauzi himbau giatkan senam dan Berantas DBD. Ia meminta agar senam dapat digalakkan di setiap pekon (desa) di Kabupaten Pringsewu.
Hal tersebut, selain untuk meningkatkan kualitas serta derajat kesehatan masyarakat. Juga untuk meningkatkan usia harapan hidup, sehingga di masa tua tetap sehat dan bugar.
Fauzi Himbau Giatkan Senam tersebut, disampaikannya saat menghadiri sekaligus mengikuti kegiatan senam di Taman Wisata Teluk Gading. Pekon Pasirukir, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Minggu (21/11/21).
BACA JUGA: Rumah Karantina Covid-19 di Pringsewu
Wabup didampingi Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu, sekaligus Ketua Yayasan Jantung Indonesia Pringsewu Rita Irviani Fauzi. Ia juga mengapresiasi keberadaan Taman Wisata Teluk Gading. “Ini artinya setiap pekon atau desa telah berupaya untuk menciptakan tempat wisata dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki pekon,” ujar Fauzi.
Ia mengajak masyarakat khususnya pokdarwis setempat. Untuk terus berkreasi dan berinovasi agar dapat mengundang daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata tersebut.
Terkait mulai banyaknya masyarakat Kabupaten Pringsewu yang terjangkit DBD. Dimana saat ini Pringsewu menempati posisi ketiga sebagai daerah dengan kasus DBD terbanyak di Provinsi Lampung, setelah Bandar Lampung dan Lampung Selatan.
BACA JUGA: Rio Cahyowidi Selamat Datang dan Selamat Bertugas
Wakil Bupati Pringsewu mengingatkan sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberantas penyebaran DBD tersebut. Yakni dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) – 3M Plus.
Yaitu Menguras, yang merupakan kegiatan membersihkan dan menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. “Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan,” kata dia.
Kemudian Menutup, yang merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. “Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk,” jelasnya.
Sedangkan yang ketiga, lanjut Wabup, adalah Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang). “Dimana disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah,” imbuhnya.
“Sedangkan Plus, adalah bentuk upaya pencegahan diantaranya dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, bergotongroyong membersihkan lingkungan, memeriksa tempat-tempat penampungan atau meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air ke saluran dan talang air yang tidak lancar, serta menanam tanaman pengusir nyamuk,” katanya.
“Wabah DBD biasanya akan mulai meningkat saat pertengahan musim hujan. Hal ini disebabkan semakin bertambahnya tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk. Karena meningkatnya curah hujan,” pungkasnya.
Herry Alam





Lappung Media Network