Atas peristiwa banjir ini, Kabag Ops mengimbau masyarakat waspada dan segera melapor apabila di wilayahnya terjadi bencana alam. Laporan itu bisa datang langsung ke kantor instansi pemerintah terdekat atau menghubungi posko siaga bencana pada nomor 0729 21108. “Apabila terjadi bencana, harap segera melapor agar bisa mendapatkan penanganan segera,” pungkasnya.
Sementara itu terpisah, Kepala Pekon Fajar Agung Suparman mengatakan, bahwa banjir yang terjadi di pekonnya disebabkan saluran irigasi tidak mampu menampung debit air hujan. Selain karena titik lokasi banjir berada di dataran rendah. Hal itu juga diperparah dengan kiriman air dari daerah sekitar. Seperti Kelurahan Pajaresuk, Dusun Padang Asri dan sekitar kuburan cina.
Menurut Suparman, di pekonnya memang sudah menjadi langganan banjir. Apabila turun hujan deras intensitasnya lebih dari 1 jam dapat dipastikan terjadi genangan. Minimal menggenangi jalan-jalan perkampungan. “Jika hujan itu terjadi lebih dari sejam, ya bisa dipastikan genangan air bisa masuk ke rumah-rumah penduduk,” ujarnya.
Suparman juga mengungkapkan, bahwa banjir pada Sabtu malam telah mengakibatkan genangan disejumlah tempat dengan ketinggian berkisar 50-75 cm. “Setidaknya ada 20-30 rumah penduduk yang kemasukan air hujan. namun sekira pukul 9 malam air sudah surut, dan sudah dilakukan upaya pembersihan oleh instansi terkait dan masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Pekon Fajar Agung juga mengatakan, bahwa akibat banjir tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Sementara itu terkait kerugian materil masih didata. “Kalo kerugian materil ya barang-barang yang basah akibat terendam air hujan, namun nilainya masih dalam pendataan,” tutupnya.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Online Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS
