menurut Pj Bupati Adi Erlansyah, sudah mulai terlihat beberapa UMKM yang sebetulnya berpotensi untuk dikembangkan baik untuk skala lokal maupun provinsi dan nasional. “Kita akan data, apalagi sudah ada paguyubannya. Dan, nanti akan langsung dirapatkan dengan OPD terkait dan Dekranasda untuk membahas langkah-langkah ke depan. Karena tugas pemerintah adalah memfasilitasi, bagaimana menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi masyarakat,” ujar Adi Erlansyah.
Lanjutnya, bahwa Kabupaten Pringsewu telah ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Lampung sebagai salah satu sentra Tapis di Provinsi Lampung. “Ada tiga daerah di Lampung yang ditunjuk oleh Gubernur Lampung sebagai sentra tapis, yakni Pesisir Barat, Tanggamus dan Pringsewu. Hal ini tentunya merupakan peluang bagi Kabupaten Pringsewu,” kata Pj Bupati Pringsewu Adi Erlansyah.
Pj Bupati Adi Erlansyah meminta agar produk UMKM di Pringsewu, khususnya Tapis agar menampilkan ciri khas Pringsewu, karena semua daerah di Lampung juga membuat Tapis. Pihaknya akan membantu cara mendesain yang dapat dijadikan sebagai ciri khas Pringsewu serta diterima oleh masyarakat. “Kalau bisa kita jangan hanya terpaku di Pringsewu, tetapi juga ke Bandar Lampung, misalnya jika ada event di Bandar Lampung, nanti bisa dibantu mencarikan tempat untuk mempromosikan produk UMKM Pringsewu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kadis Koperindag Kabupaten Pringsewu Malian Ayub mengatakan, bahwa tujuan dari kegiatan Gema Berjumpa adalah untuk menggerakkan UMKM di Kabupaten Pringsewu agar bisa menambah geliat ekonomi masyarakat. “Sebagaimana harapan Penjabat Bupati Pringsewu, kegiatan ini akan berlanjut dan kita akan terus tingkatkan. Tadi juga disampaikan beliau, agar dapat ditambahkan di kemasan produk yang menandakan sebagai produk Pringsewu,” ujar Malian Ayub.





Lappung Media Network