Sementara itu, Pj Bupati Pringsewu Adi Erlansyah mengatakan, perlunya sinergitas bersama dalam menangani bencana, serta upaya agar intensitas terjadinya bencana dapat diturunkan. “Bagaimanapun kondisinya, semuanya harus diantisipasi semaksimal mungkin,” kata Adi Erlansyah.
Menurut Pj Bupati Pringsewu, bahwa dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana, ada beberapa kewenangan yang memang bukan ranah pemerintah kabupaten, seperti bendungan, DAS, dan sebagainya. “Sehingga perangkat daerah terkait harus pro aktif untuk menyampaikan usulan kepada pihak berwenang, terkait langkah pencegahan dan penanggulangan terjadinya bencana, seperti banjir,” katanya.
Sedangkan Dandim 0424/TGM Letkol Arm. Micha Arruan mengatakan, penanganan bencana mulai tahap pra bencana, saat sedang terjadi bencana, masa tanggap darurat, hingga pasca bencana merupakan tugas bersama, baik pemerintah maupun instansi terkait lainnya. “Sebagian besar bencana yang sering terjadi di Pringsewu adalah banjir dan angin puting beliung. Untuk itu, bagaimana kita dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujar Dandim Tanggamus.
Menurutnya, terkait banjir yang terjadi di Pringsewu, lebih disebabkan tidak efektifnya saluran drainase yang ada. Sehingga tidak mampu menampung debit air yang tinggi. “Ini perlu menjadi perhatian bersama, serta perlunya digiatkan lagi bergotong-royong,” imbuhnya.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Siber Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS





Lappung Media Network