Secara rinci Suratman menjabarkan, untuk bisa menyedot air selama 7-8 jam, dibutuhkan Pertalite sekitar 5 liter, senilai Rp 60.000 di beli dari penjual BBM eceran. Sementara itu, bila menggunakan elpiji 3 Kg, hanya senilai Rp 22.000 di tingkat pengecer (warung). “Artinya ada selisih biaya Rp 38.000 yang dirasa cukup untuk biaya kebutuhan lainnya,” kata Suratman.
Pernyataan senada disampaikan oleh Oki Fadilah, yang merupakan seorang petani dari kalangan milenial. Ia mengaku sudah satu tahun belakangan ini menjadi petani. Menurutnya, ia juga telah menggunakan gas elpiji 3 Kg sebagai bahan bakar mesin sedot.
“Ternyata, mengunakan gas elpiji 3 Kg tidak ada dampak langsung kepada mesin yang ada. Selain bisa menghemat, cara ini juga cukup lumayan menekan biaya yang dikeluarkan,” ujar Oki Fadilah.
Terkait apa yang menjadi kendala dan kebutuhan dalam bertani Oki menjelaskan, saat ini persoalannya ialah harga pupuk, obat-obatan yang tinggi dan minimnya sarana dan prasarana dalam bercocok tanam.
“Harga pupuk dan obat-obatan yang cukup tinggi dan tidak adanya bantuan dari pemerintah terkait sarana dan prasarana pertanian,” pungkas Oki. (M2t)
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Online Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS





Lappung Media Network