Dalam kesempatan ini, Ketua Panitia Fitri Amin Bukhori mengungkapkan, bahwa elemen pemuda ini membawa jargon Kearifan Toleransi Adiwarna atau disingkat KiTA.
Menurutnya, jargon ini untuk mengingatkan kembali terkait siapa itu KiTA. Sebagai pemuda Indonesia yang berideologi Pancasila. Bersemboyan Bhineka Tunggal Ika. “Harapannya, dengan keberagaman latar belakang itu menjadi hal yang indah. Ketika direkatkan dengan semangat budaya kearifan toleransi,” ujarnya.
“Semua yang berbeda ini, kita satukan untuk menjadi satu kesatuan, mewujudkan Indonesia tetap dalam satu bingkai NKRI,” imbuh Fitri Amin Bukhori.
Tidak hanya itu, Fitri Amin Buchori yang akrab disapa Pi’i ini. Ia menambahkan, bahwa acara ini juga untuk memberi pesan jelang hajat politik yang akan datang, Pemilu dan Pilkada 2024.
Diketahui intoleransi cenderung meningkat ketika ada gelaran kontestasi politik. Kondisi ini, seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019 lalu.
