Pada era digital saat ini, Rendi menambahkan, ia mempromosikan produk karya seninya melalui media sosial. Selain itu juga tetap memberikan informasi pada rekan-rekannya dan para pelanggan setianya. “Alhamdulillah, lambat laun, usaha kerajinan bambu yang dikembangkannya mulai bisa diterima di pasaran. Usaha Pengrajin Bambu di Pardasuka ini, kemudian diberi nama dengan Bamboore,” ungkap Rendi, kepada awak redaksi pringsewu.lappung.com, pada Jumat (14/10/2022).
Lanjutnya, untuk mendapatkan bambu dengan kualitas yang tua dan bagus, memang dibutuhkan waktu tertentu menebangnya. Apalagi, proses pengeringan bambu cukup memakan waktu yang tidak sebentar.
Bamboore yang berlokasi di Pekon Tanjung Rusia, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu ini. Dalam sehari, dengan mempekerjakan sebanyak 5 orang, mampu menghasilkan 1 unit gazebo ukuran 2×2 meter, yang dibanderol Rp 2,3 juta.
Pengakuan Rendi, bahwa saat ini Bamboore tengah kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku bambu. “Saya sering harus keluar daerah seperti Pesawaran, Gisting sampai Kalirejo Lampung Tengah untuk bisa mendapatkan bambu wulung yang tua seperti ini,” katanya.
Sambungnya, soalnya di Pringsewu sendiri bahan bambu memang ada, tapi kualitas dan diameternya kurang bagus serta kecil-kecil. “Sedangkan untuk daun nipah atau belarak yang digunakan untuk atap saya dapatkan dari Sumatera Selatan, dan sebagai tali pengikat saya mengunakan rotan yang di peroleh dari Cirebon,” imbuhnya.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Online Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS





Lappung Media Network