Pringsewu.Lappung.COM – UPT (Unit Pelaksana Teknis) Puskesmas Banyumas Kukuhkan Duta 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Kegiatan ini merupakan langkah mendukung gerakan pemerintah mencegah stunting. Agar generasi bangsa sehat, baik secara fisik maupun mental.
Acara UPT Puskesmas Banyumas Kukuhkan Duta 1000 HPK ini. Bertempat di Hotel Balong Kuring Kecamatan Pringsewu, pada Hari Rabu, (8 /12/2021).
Para duta yang dikukuhkan ini adalah Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pekon se-Kecamatan Banyumas. Berjumlah 11 Pekon dan di kukuhkan oleh Ketua TP PKK Kecamatan Banyumas, yang juga sebagai Duta 1000 HPK Kecamatan Banyumas.
BACA JUGA: Pemkab Pringsewu dan BP2MI Sepakat Kerjasama
BACA JUGA: Pemda Pringsewu Pantau Harga di Pasar Sukoharjo
Acara ini dihadiri oleh Kepala UPT Puskesmas Banyumas Samsu Rizal SKM.MM, Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu. Juga hadir Kasi Kesejahteraan Keluarga Tri Nova (Nara Sumber Utama), seluruh bidan desa se-Kecamatan Banyumas, serta Kader Pembangunan Manusia.
Dalam sambutannya, Samsu Rizal selaku Kepala UPT Puskesmas Banyumas menyampaikan. Bahwa masa 1000 HPK adalah masa golden age dimana asupan nutrisi makanan harus benar benar di perhatikan dan dijaga. “Agar generasi bangsa terlahir sehat dan tidak ada gangguan tumbuh kembang, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.
Sedangkan Siti Musyawaroh Hartoyo selaku Ketua TP PKK Kecamatan Banyumas, yang juga sekaligus Duta 1000 HPK Kecamatan Banyumas. Mengucapkan selamat kepada seluruh Duta 1000 HPK yang baru dilantik. Serta menyampaikan juga bahwa tugasnya semakin bertambah seiring dengan digerakannya PRINCES (Pringsewu Cegah Stunting).
BACA JUGA: Lumbung Pangan Gapoktan di Resmikan Sujadi
BACA JUGA: Fauzi Jadi Narasumber Seminar Nasional
Sebagai duta 1000 HPK harus selalu memantau dan ikut mengawasi. Serta mensosialisasikan program penurunan dan pencegahan stunting di pekonnya. “Agar angka stunting dapat ditekan seminimal mungkin. Sehingga Kabupaten Pringsewu, khususnya Kecamatan Banyumas dapat berkurang angka stuntingnya. Semua tidak lepas dari peran Duta1000 HPK,” katanya.
Selanjutnya menurut Ervina Ayu Saputri, A.Md.Gz. Sebagai Tenaga Pengelola Gizi, juga selaku penanggung jawab kegiatan ini. Menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan program dari UPT Puskesmas Banyumas. Untuk mendukung gerakan pemerintah mencegah stunting, dimulai dari 1000 HPK. “Ketua TP PKK Pekon sebagai motor penggerak untuk di wilayah pekonnya masing-masing,” imbuhnya.
Sementara itu menurut Tri Nova dari Dinas Kesehatan Pringsewu dalam paparannya. Mengatakan bahwa ibu Pekon Harus sigap, tanggap dan bisa berkolaborasi dengan bidan desa dan kader KPM. “Untuk turut serta menurunkan angka stunting di pekonnya masing-masing,” kata dia.
Validasi stunting seharusnya dilakukan secara door to door agar betul-betul diketahui apa penyebab stunting yang terjadi. Karena ada beberap pertanyaan yang harus dijawab dengan real di lapangan. “Sehingga dapat dilakukan intervensi sedini mungkin baik intervensi spesifik maupun intervensi gizi sensitif,” pungkasnya.
(Laporan Kontributor Yusril Ihza Wardana)





Lappung Media Network