Pringsewu.Lappung.COM – BMPSI (Badan Mahasiswa Pringsewu Seluruh Indonesia) Gelar Diskusi Film Wadon Ora di Dol dan Nonton Bareng. Kegiatan ini merupakan salah satu pelaksanaan program kerja Organisasi BMPSI. Acara ini berlangsung pada (14/07/2022) sekira Pukul 19.00 WIB, bertempat di Aula Kampus STMIK Pringsewu.
Kegiatan Nonton Bareng (Nobar) dan Diskusi Bedah Film ini dihadiri oleh para Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi yang ada di wilayah Kabupaten Pringsewu. Yakni, antara lain BEM STMIK Pringsewu, BEM Universitas Muhammadiyah Pringsewu, serta BEM STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Pringsewu.
Selain para pengurus BEM, turut pula hadir Astri Dwijayanti (Kepala UPTD PPA Pringsewu) dan Lina Madina Amir (Psikolog Perempuan dan Anak). Keduanya turut andil sebagai narasumber dalam kegiatan Bedah Film dan Diskusi ini.
Untuk diketahui, bahwa Film Dokumenter Wadon Ora di Dol adalah hasil besutan kolaborasi dari Pamflet Generasi dan Watchdoc. Film Dokumenter kisah nyata ini, menggambarkan dan menceritakan tentang efek perkawinan anak yang mendorong munculnya prostisusi anak di bawah umur, yang terjadi di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.
Astri Dwijayanti dalam ajang diskusi ini memaparkan, bahwa pernikahan usia dini dan praktek prostitusi berdampak negatif tidak hanya bagi kaum wanita, namun juga bagi kaum pria. “Sebenarnya prostitusi serta pernikahan dini berdampak negatif tidak hanya bagi perempuan namun juga bagi laki-laki,” ungkapnya.
