Pringsewu.Lappung.COM – Wakil Bupati Pringsewu Fauzi jadi Narasumber Seminar Nasional & Call For Paper. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Temu Dosen Akuntansi Publik. Seminar Nasional ini berlangsung di Kota Surabaya.
Berikut rilis Kominfo Kabupaten Pringsewu, yang diterima redaksi pringsewu.lappung.com. Terkait Wakil Bupati Pringsewu menjadi narasumber seminar nasional tersebut:
Wakil Bupati Pringsewu Dr. Fauzi menjadi narasumber kegiatan Seminar Nasional & Call For Paper. Pada acara Temu Dosen Akuntansi Publik. Bertempat di Hotel Santika Premiere, Surabaya, pada Hari Jumat (3/12/2021).
BACA JUGA: Mursyid Wafat di Masjid Baitur Rohman Tambahrejo
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Pendidik dan Forum Dosen Akuntansi Publik. Serta Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur sebagai tuan rumah.
Dalam makalahnya yang berjudul ‘Inovasi Akuntansi Publik dalam Manifestasi Bela Negara di Kabupaten Pringsewu’. Wabup Pringsewu mengatakan bahwa memaknai bela negara dalam praktik akuntansi merupakan perwujudan sikap bela negara di era globalisasi.
BACA JUGA: Lumbung Pangan Gapoktan di Resmikan Sujadi
Yakni, dalam bentuk sikap, antara lain bertanggungjawab, jujur, sesuai aturan, tidak korupsi, melakukan pengawasan yang ketat, transparan, akuntabel terhadap proses praktik keuangan, dan menjunjung tinggi kode etik ASN.
“Peran sikap bela negara sangatlah penting dalam akuntansi. Dengan sikap bela negara yang dimiliki oleh seseorang, tentunya akan membuat seseorang tersebut memiliki rasa cinta tanah air dan memiliki tanggungjawab terhadap perilaku yang dilakukan bagi bangsa dan negara,” katanya.
BACA JUGA: KPPU RI Gelar Sosialisasi di Kabupaten Pringsewu
Selanjutnya, Fauzi juga mengungkapkan 8 inovasi Pringsewu di tahun 2022. Yaitu meliputi: peningkatan ketahanan perekonomian daerah, percepatan pembangunan infrastruktur strategis, peningkatan SDM yang unggul, peningkatan daya saing daerah.
Kemudian lanjut Wabup Fauzi. “Memperkuat kualitas ketahanan pangan, peningkatan lingkungan hidup dan ketahanan bencana, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, serta peningkatan kehidupan masyarakat yang harmonis,” tandasnya.
(Herry Alam/Rls)
