Penjabat Bupati juga menyampaikan, bahwa saat ini Kabupaten Pringsewu telah memiliki Klinik UMKM, yang memiliki tugas membantu dan melayani para pelaku usaha untuk dapat memiliki legalitas usaha sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, agar kegiatan usaha yang dimiliki masyarakat dapat berkembang lebih maju.
Klinik UMKM merupakan kolaborasi antarperangkat daerah yang terdiri dari Disdukcapil, DPM-PTSP, Dinas Koperindag UMKM, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, serta Kantor Pelayanan Pajak dan Kantor Kementerian Agama. Yang kesemuanya siap memberikan pelayanan dan informasi bagi masyarakat dan pelaku UMKM. “Klinik UMKM ini hadir guna memberikan informasi serta solusi terhadap apa yang menjadi kendala atau hambatan bagi masyarakat,” ungkap Adi Erlansyah.
Terkait penyelenggaraan Pringsewu Craft 1st ini, Adi Erlansyah mengatakan, bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Pemkab Pringsewu dengan Dekranasda setempat sebagai upaya pemulihan ekonomi. “Sebab, UMKM ini menjadi prioritas pemerintah, karena merupakan salah satu pilar penting dalam kebangkitan ekonomi nasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Pringsewu Rusdiana Adi Erlansyah mengatakan, bahwa Pringsewu Craft 1st ini akan berlangsung 3 hari (15-17 Desember 2022). Dengan mengusung tema ‘Menggali Potensi Kerajinan dalam Membangun Ekonomi Daerah’. Menampilkan talenta para pelaku IKM Sektor Wastra, Kriya dan Kuliner di Kabupaten Pringsewu.
“Pringsewu Craft pertama ini diikuti 21 UMKM dan 9 kecamatan, guna menggali potensi berkenaan dengan produk-produk unggulan yang ada di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Pringsewu,” ujar Rusdiana Adi Erlansyah.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Siber Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS





Lappung Media Network