Pringsewu.Lappung.COM – GIGI PALSU MBAH WIRO. Pada suatu hari, lelaki tua yang biasa dipanggil Mbah Wiro. Mengunjungi klinik dokter gigi, di pusat kota kecamatan tempat tinggalnya.
Setelah antri sekitar 25an menit lamanya. Karena pasien yang berkunjung ke klinik lumayan ramai. Akhirnya Mbah Wiro mendapatkan giliran panggilan. Dirinya pun bergegas langsung masuk ruangan praktek dokter gigi.
Berikut percakapan dialog Mbah Wiro dengan dokter gigi, di ruang praktek miliknya:
Dokter Gigi: “Mbah, giginya sudah banyak yang ompong. Saya pasangin gigi palsu ya?”
Mbah Wiro: “Ya dokter. Berapa biayanya?”
Dokter Gigi: “Murah, Mbah, cuma dua juta.”
Mbah Wiro: “Ya gak masalah. Pasang aja dok, gigi palsunya.”
Singkatnya, gigi palsu Mbah Wiro selesai dipasang. Mbah Wiro langsung memberikan uang kepada dokter gigi.
Mbah Wiro: “Ini dok, duitnya. Dua juta rupiah.”
Dokter Gigi: “Ya, Mbah. Terimakasih banyak.”
Mbah Wiro kemudian langsung melangkahkan kakinya menuju pintu keluar ruangan klinik, untuk segera pulang kerumahnya. Belum saja sampai keluar pintu ruangan praktek dokter gigi. Tiba-tiba ada suara panggilan dari dokter gigi. Mbah Wiro pun balik kanan. Kemudian kembali mendekati dokter gigi.
Dokter Gigi: Mbah sini. Ini Uangnya Palsu!!! Mbah ini sudah menipu saya!!!”
Mbah Wiro: “Lho, pak dokter ini gimana sih. Lah tadi khan pak dokter pasangnya gigi palsu? Ya Saya bayarnya pake duit palsu juga lah, khan sama-sama palsunya.”
Dokter Gigi: 😇🤪😜😇??!!$#!!?!?!#$??!!
Catatan:
- Cerita Anekdot di atas hanya fiksi belaka. Mohon maaf jika ada kesamaan dalam penyebutan Nama dan Profesi.
- Para Pembaca yang budiman. Redaksi pringsewu.lappung.com, menerima kiriman Cerita Anekdot dari Anda semua.
- Jika Anda memiliki Cerita Anekdot yang ingin dimuat di Media Online kami, segera kirimkan naskah ceritanya ke no WA redaksi 085738660847.
- Jika menurut penilaian redaksi Cerita Anekdot layak untuk dimuat maka akan di publish di Rubrik Anekdot ini. Mohon cantumkan sumbernya jika itu bukan karya asli Anda sendiri.
- Mohon maaf untuk sementara ini, redaksi belum akan memberi imbalan jika Cerita Anekdot Anda dimuat di Media Online ini.
- Partisipasi Anda semua sangat redaksi harapkan untuk bisa mengisi Rubrik Anekdot ini.
(M. Satria – Diolah dari berbagai sumber)
