Pringsewu.Lappung.COM – Mahasiswa Pringsewu gelar dialog kebangsaan. Acara ini merupakan bentuk aktualisasi kalangan mahasiswa dalam rangka memperingati hari pahlawan.
BEM STMIK Pringsewu, melalui Pengurus Bidang Luar Negeri, berkolaborasi dengan BEM AMIK DCC Pringsewu adalah penggagas kegiatan Mahasiswa Pringsewu Gelar Dialog Kebangsaan ini. Acara tersebut digelar pada hari Kamis (18/11/2021). Bertempat di gedung aula STMIK Pringsewu.
M. Fadly Ar Rasyid selaku Ketua Pelaksana Kegiatan ini. Mengatakan bahwa, kegiatan ini tidak dilaksanakan saat tanggal 10 November, agar mahasiswa dapat lebih menghayati jasa para pahlawan.
BACA JUGA: Tim UKM Robotik STMIK Pringsewu Ikuti Kompetisi
“Kegiatan ini disengaja tidak pas di tanggal 10 November. Supaya mahasiswa bisa mengenang, mengingat, menghargai, serta memiliki semangat juang setiap hari. Seperti halnya para pahlawan yang telah berjuang dengan gigih merebut kemerdekaan dari penjajah,” ujarnya.
Forum dialog mahasiswa pringsewu ini, menghadirkan beberapa Nara sumber. Diantaranya Mayor CPM (K) Eva Yuniar Kamal, S.E (Perwira Penghubung Kabupaten Pringsewu, Kodim 0424 Tanggamus). Kemudian Heru Widodo, S.Pd (Kepala Bidang Kepemudaan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Kabupaten Pringsewu). Serta Martin Sofian, S.Kom (Ketua Alumni BEM Nusantara Wilayah Pringsewu).
Turut hadir pula Ketua Umum Aliansi BEM Pringsewu yaitu, Aditya Irawan. Serta jajaran pengurus BEM lainnya. Meliputi BEM Universitas Muhammadiyah Pringsewu, BEM Akbid Alifa Pringsewu, serta seluruh pengurus BEM AMIK DCC Pringsewu.
Kegiatan Dialog ini, dihadiri kurang lebih 150 peserta. Para peserta berasal dari mahasiswa STMIK Pringsewu khususnya dan para mahasiswa lainnya dari beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Pringsewu.
Bertindak selaku moderator dalam Forum Dialog ini, Yusril Izza Wardana (Wakil Presiden BEM STMIK Pringsewu). Dalam closing statement nya, Yusril Izza Wardana menyampaikan, bahwa setiap mahasiswa harus berperan sebagai Agent of Change dan Agent of Control.
“Sebagai mahasiswa kita harus menjadi mahasiswa yang benar-benar mahasiswa. Yaitu menjadi Agent of Change serta Agent of Control dimasyarakat. Sehingga mahasiswa mampu menjadi penyambung lidah masyarakat dan tidak takut untuk menyampaikan kebenaran,” kata dia.
Laporan Kontributor Yusril Izza Wardana
