Chrisna juga mengakui publikasi masih sangat minim dilakukan oleh sebagian UMKM. Dikatakan bahwa saat ini kegiatan publikasi ataupun promosi bukan dari mulut ke mulut saja. Namun harus mulai untuk memanfaatkan media sosial, agar lebih cepat dikenal, dimana untuk OTM ini bukan hanya madu saja, tetapi juga potensi-potensi lainnya yang ada. “Kami juga siap untuk mendampingi dan membantu apa yang menjadi kendala,” ujarnya.
Ia juga menyarankan sebagai langkah awal agar segera mengurus IRT dari Dinas Kesehatan setempat. Guna meyakinkan bahwa produk yang dihasilkan OTM ini betul-betul asli dan dapat dipertanggungjawabkan. “Sedangkan untuk selanjutnya di BPOM kita juga siap membantu,” ucapnya lagi.
Sementara itu, Wakil Bupati Pringsewu Fauzi pada kegiatan yang juga dihadiri instansi terkait, pramuka, FKPPI, JMPO, KWT, Forum Pokdarwis, serta Inspirator Lebah Madu Indonesia. Mengaku senang dan bangga atas keberadaan OTM yang menurutnya semakin berkembang. Terlebih saat ini sudah ada wadah koperasinya.
Menurut Fauzi, selain sebagai destinasi wisata, ia juga menginginkan OTM menjadi tempat belajar mengenai budidaya lebah madu, baik oleh pramuka, pelajar maupun mahasiswa di Kabupaten Pringsewu. “Termasuk ASN di lingkungan Pemkab Pringsewu maupun Pemprov Lampung, juga dapat belajar beternak lebah madu sebagai persiapan memasuki purnatugas,” katanya.
Dalam kesempatan ini juga, Ketua Inspirator Lebah Madu Indonesia Kabupaten Pringsewu sekaligus Ketua OTM Mataram Yuli. Berharap bantuan serta dukungan dari Pemerintah Daerah terkait pengembangan OTM kedepannya.
Dikatakannya, keberadaan OTM lebih disebabkan karena adanya keinginan untuk menunjukkan kepada khalayak bahwa Pekon Mataram memiliki potensi menjanjikan, yakni lebah madu. “Apalagi mengenai madu dan lebah ini juga tercantum dalam Al Qur’an, yakni di surat An Nahl. Selain madu, produk kami lainnya yakni nira kelapa,” jelasnya.




Lappung Media Network