Menurut AKP Rohmadi, atas adanya kejadian tragis ini, pihaknya langsung datang dan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) di rumah korban. Juga melakukan identifikasi dan pemeriksaan terhadap jenazah korban bersama tenaga medis dari klinik Saraswati dan Puskesmas Ambarawa.
Hasilnya, kata Kapolsek Pringsewu meneruskan, bahwa ditubuh korban tidak terdapat luka lain kecuali bekas jeratan tali pada lehernya. Atas hal tersebut, pihaknya menduga penyebab kematian korban murni karena bunuh diri.
Kapolsek Pringsewu juga menambahkan, bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan sebab pasti korban sampai nekat mengakhiri hidup dengan jalan bunuh diri. Namun ia menduga korban nekat bunuh diri karena motif depresi akibat terlilit hutang.
Hal itu dikuatkan dengan keterangan sejumlah saksi yang mengatakan korban beberapa waktu belakangan ini sering mengeluh ada masalah. “Dan di Ponsel miliknya juga terdapat sejumlah percakapan yang bernarasi tagihan hutang,” imbuh AKP Rohmadi.
Usai selesai melakukan olah TKP dan indentifikasi korban, kemudian jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Sebab keluarga korban menolak untuk dilakukan proses autopsi,” tutup Kapolsek Pringsewu.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Siber Lappung.COM di—> GOOGLE NEWS





Lappung Media Network