AKBP Rio Cahyowidi menyampaikan, bahwa pembaretan ini adalah salah satu momen penting dan menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas ke depan. Pemasangan baret Sabhara merupakan tanda memasuki dunia baru sebagai Polisi Sejati.
Pembaretan ini, kata Kapolres meneruskan, juga merupakan tradisi bagi anggota Polri yang baru lulus dan mulai bertugas pertama kali sebagai anggota Polri sesuai dengan penempatannya.
“Setiap penerimaan bintara baru digelar tradisi pembaretan untuk menumbuhkan kesadaran nilai moral awal sebagai Brigadir Polri yang baru. Untuk dapat menghadapi tantangan tugas yang akan datang, juga memberikan motivasi,” ujar AKBP Rio Cahyowidi.
Kapolres juga menjelaskan, bahwa proses pembaretan Bintara baru yang dilakukan secara turun-temurun ini. Juga bertujuan agar saat bertugas di lapangan dapat lebih menghargai seniornya (hierarki) yang setingkat lebih tinggi sekaligus untuk meningkatkan respek dan ketanggapan saat menerima perintah.





Lappung Media Network