Selama dalam perjalanan para peserta dilatih beberapa materi tentang kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang Brigadir Polri selaku pengemban fungsi kepolisian tugas umum, seperti 12 gerakan dasar pengaturan lalu lintas dan tindakan penanganan ditempat kejadian perkara atau TP TKP,” ungkapnya.
Kompol Efendi Koto berharap, dengan adanya kegiatan tradisi ini para bintara remaja nantinya dapat menjalankan tugas-tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dengan baik. Serta menjadikan kegiatan ini sebagai momentum membentuk angkatan yang solid, kompak dan bertanggungjawab.
“Dengan pembinaan tradisi pembaretan ini, tentunya dapat membentuk insan Polri yang PRESISI yaitu Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi menambahkan, dengan adanya penambahan 13 bintara remaja yang di tempatkan di Polres Pringsewu. Maka diharapkan secara kuantitas dapat meningkatkan jumlah sumber daya manusia. Sedangkan secara kualitas dapat memiliki kemampuan dan keterampilan tugas kepolisian sebagai penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang mahir, terpuji dan patuh hukum.
Kepada para Bintara remaja, Kapolres berpesan untuk segera menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya serta harus dapat menjaga sikap dan perilaku serta moral. ”Jangan sampai kita sebagai penegak hukum justru kita melanggar hukum dan tidak bisa memberi contoh serta tauladan kepada masyarakat,” ujar Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi.
