Namun beruntung, sebelum api sempat membesar, beberapa santri sempat terbangun. Kemudian langsung membangunkan para santri yang lain dan keluar dari lokasi kebakaran.
“Kejadian kebakaran terjadi pas tengah malam saat para santri sedang tidur, api berasal dari kamar depan,” ujar Ipan.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Hi. Sukron (34). Mengatakan, bahwa Ia mengetahui kejadian kebakaran. Setelah dibangunkan oleh salah satu pengasuh santri. Saat terbangun posisi api sudah membesar dan hanya bisa pasrah bangunan miliknya akhirnya dilalap si jago merah.
“Peristiwa kebakaran terjadi sekitar satu jam, namun Alhamdulillah semua santri yang berjumlah 27 orang berhasil selamat,” ungkapnya.
Dilokasi yang sama, Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, S.I.K, M.I.K. Menjelaskan, bahwa berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan hasil olah TKP diduga terjadinya kebakaran. Adalah akibat santri menyalakan obat nyamuk bakar, yang kemudian mengenai kain hordeng sehingga timbul api, membesar lalu membakar atap bangunan.
Api dapat dipadamkan sekitar 1,5 jam berkat kerja keras para warga dengan petugas Bhabinkamtibmas. Serta datangnya dua unit mobil pemadam kebakaran.
“Alhamdulillah kejadian kebakaran tidak sampai menyebabkan korban jiwa, namun Akibat kejadian kebakaran, mengakibatkan kerugian materil senilai Rp. 35 juta,” terangnya.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, AKBP Rio mengimbau, masyarakat untuk lebih berhati-hati, dalam menggunakan obat nyamuk jenis bakar. Sebab rawan terjadinya kebakaran. Namun demikian, apabila masih tetap memakai obat nyamuk jenis bakar. Agar menempatkan ditempat yang aman dan jauh dari bahan-bahan yang mudah terbakar.
