Pringsewu.Lappung.COM – Ketua Kelompok Tani, yakni Wasis Bantah Jual Traktor/Bajak milik kelompok tani, yang dipimpinnya. Bantahan dan penjelasan Wasis ini, disampaikan dirinya, kepada awak media saat dikonfirmasi terkait isu penjualan aset milik Kelompok Tani Mugi Rahayu 1, yang berlokasi di Dusun Jatimulyo, Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu.
Menurut keterangan Wasis, yang disambangi dikediamannya pada (8/1/2022). Wasis bantah jual traktor. Dirinya mengungkapkan bahwa penjualan aset milik Kelompak Tani berupa 2 buah traktor/bajak adalah bohong dan hanya isu saja. “Kalo bapak mau membuktikan barangnya ada. Memang waktu itu mau saya jual. Karena Bendahara membawa kabur. Tapi gak jadi dijual, itu hanya isu saja,” ujar Wasis.
Selanjutnya, Wasis menerangkan bahwa, saat ini barangnya masih ada dan hanya disewakan. Menurutnya, keputusan terkait disewakan alat bajak tersebut, hasil kesepakatan kelompok, karena kelompok tani ini mengalami kendala keuangan untuk pembelian pupuk. Akibat dari bendahara Kelompok Tani Mugi Rahayu 1, yang kala itu dijabat Supriyanto membawa kabur uang kurang lebih 40 juta.
“Gak dijual, disewakan. Karena uang itu yang dibendahara gak ada. Jadi kita mau beli pupuk gak ada. Jadi saya sewakan,” katanya.
Kemudian Wasis juga mengatakan. Bahwa sewa alat bajak sudah berjalan selama 2 tahun. Terkait harga sewanya, Wasis mengungkapkan pertahunnya disewakan Rp. 2 juta. “Gak pake bukti-bukti. Tapi itu sudah sepakat sama anggota. Itu digunakan untuk membeli pupuk. Karena uang untuk beli pupuk sudah gak ada. Kami petani membutuhkan pupuk,” ucapnya.
Juga Wasis mengungkapkan bahwa 2 traktor milik Kelompok Tani Mugi Rahayu 1. Hanya disewakan kepada Marsimin dan Ribut dengan nilai sewa masing-masing traktor pertahun 2 juta.
Sementara itu, sebelumnya secara terpisah. Salah satu warga setempat yang enggan disebut namanya. Mengungkapkan bahwa Ribut pernah menyampaikan, perihal dirinya membeli traktor bekas milik Pak Wasis dengan harga kisaran 13 juta.
“Heran saja mas, waktu itu saya ngobrol sama yang pegang traktor namanya Ribut, katanya traktor tersebut dia beli bekas milik Pak Wasis dengan harga 13 juta, dan traktor yang 1 nya infonya dibeli Pak Marsimin. Setahu saya itu milik Poktan tidak boleh dijual,” ucapnya.
Kemudian media ini mencoba menemui Marsimin. Untuk konfirmasi terkait Traktor yang dipegangnya. Saat disambangi dirumahnya, Marsimin sedang tidak ada. Hanya bertemu dengan istrinya Fatimah. Keterangan yang diberikan Fatimah terkait traktor tersebut, berbanding terbalik dengan yang disampaikan Wasis Ketua Kelompok Tani Mugi Rahayu 1. Menurut Fatimah, yang ia tahu bahwa traktor tersebut dibeli dengan harga bekas.
“2 tahun yang lalu bapaknya (suami) beli bekas, tidak untuk disewakan karena untuk kebutuhan sendiri. Kalau mengenai belinya dari mana saya tidak paham. Tanyakan langsung saja sama bapaknya, orangnya lagi ke sawah sore baru pulang,” kata Fatimah.
(Herry Alam)





Lappung Media Network