“Perhitungannya, dengan menggunakan elpiji 3 Kg, kita bisa hemat waktu hingga 9-10 jam. Sementara, bila menggunakan BBM jenis Pertalite 5 liter, kekuatan mesin melakukan penyedotan hanya berkisar hingga 7-8 jam saja, itupun jika mesin dalam kondisi normal atau sehat,” ujar Suratman.
Kemudian Suratman menjelaskan, bahwa awalnya ia mendapat informasi dari rekan petani di Pekon Sukorejo yang sudah terlebih dahulu menggunakan elpiji 3 Kg sebagai bahan bakar pembangkit mesin sedot.
“Setelah itu, saya coba mendatangi rekan seprofesi, melihat dan memperhatikan unit rangkaian mesin tersebut. Ternyata yang bersangkutan melakukan modifikasi dengan menambahkan beberapa komponen,” ungkap Suratman.
Diakui oleh Suratman dan petani lainnya, dengan menggunakan bahan bakar elpiji 3 Kg, petani bisa lebih menghemat dari sisi biaya operasional yang harus mereka keluarkan.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Online Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS
