“Untuk mempermudah pengerjaan, saya mencicil untuk pengadaan peralatannya. Kalau gergaji, palu, golok memang sebelumnya sudah punya, tapi seperti bor genggam, pisau khusus untuk bambu dan yang lainnya harus dibeli,” ujar Rendi.
Melalui proses kreativitas dari tangan Rendi, bambu-bambu yang sudah tua mampu disulapnya menjadi kursi, meja, dan furnitur lainnya. Bahkan beberapa tempat rekreasi pun, ada yang memintanya untuk dibuatkan gazebo (saung).
Lebih lanjut Rendi mengungkapkan, bahwa dirinya mulai tertarik dan membuka usaha pengrajin bambu di Pardasuka. Alsannya karena ia merasa prihatin saat melihat batang-batang bambu yang cukup eksotis itu. Hanya sebatas dimanfaatkan menjadi pagar, tiang penyangga atap, serta beberapa alat perlengkapan dapur seperti tambir, besek ataupun dinding rumah yang biasa disebut geribik.
Kini dengan dibantu teman dan tetangganya yang kini telah menjadi karyawan tetap, Rendi berusaha membuat aneka kerajinan berbahan baku bambu seperti kursi, meja, hiasan dinding, lampu hias serta pernak-pernik lainnya yang diproduksi secara manual.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Online Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS
