Lappung Pringsewu
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    No Result
    View All Result
    • Anekdot
    • Ekbis & Niaga
    • Hukum & Kriminal
    • Infonesia
    • Politik & Pemerintahan
    • Kolomnesia
    • Sains
    • Sportizone
    • Tekno
    • Warta Pekon
    • Anekdot
    • Ekbis & Niaga
    • Hukum & Kriminal
    • Infonesia
    • Politik & Pemerintahan
    • Kolomnesia
    • Sains
    • Sportizone
    • Tekno
    • Warta Pekon
    No Result
    View All Result
    Lappung Pringsewu
    No Result
    View All Result
    • Anekdot
    • Ekbis & Niaga
    • Hukum & Kriminal
    • Infonesia
    • Politik & Pemerintahan
    • Kolomnesia
    • Sains
    • Sportizone
    • Tekno
    • Warta Pekon

    Home » Petani Bumiarum Keluhkan Pencemaran Limbah TPA

    Petani Bumiarum Keluhkan Pencemaran Limbah TPA

    Editor by Editor
    23/12/2021
    in Infonesia
    Petani Bumiarum

    Air Embung yang Kini Tercemar Limbah TPA di Pekon Bumiayu. Sumber: Herry Alam.

    Share on FacebookShare on Twitter

    Pringsewu.Lappung.COM – Petani Pekon Bumiarum keluhkan dugaan pencemaran Limbah TPA (Tempat Pembuangan Akhir), yang berlokasi di Pekon Bumiayu. Menurut seorang perwakilan Petani Sawah, dampak dari pencemaran limbah TPA tersebut. Mengakibatkan Air Embung berwana hitam, sehingga sudah tidak bisa lagi untuk mengairi sawah para petani.

    Hal demikian tentunya sangat merugikan para petani dan pemilik sawah, yang berlokasi di sekitaran TPA Bumiayu. Mirisnya persoalan ini telah berlangsung selama lima tahun. Namun hingga sampai saat ini belum juga pihak terkait mengatasi masalah para petani ini.

    Pranoto warga Pekon Bumiarum, yang merupakan salah satu Petani sawah yang tercemar limbah mengungkapkan, bahwa lahan pertanian yang digarapnya, selama lima tahun terakhir. Tercemar limbah yang dihasilkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Pekon Bumiayu.

    Alhasil lahan yang biasanya dalam setahun mampu 2 kali masa tanam. “Sekarang hanya bisa ditanam 1 kali dalam setahun. Itu pun hasil produksi gabahnya tidak sebaik tahun tahun sebelumnya,” ujar Pranoto, pada Kamis, (23/12/2021).

    Selanjutnya Pranoto menjelaskan lebih detail. Bahwa dirinya merupakan warga Pekon Bumiarum, tepatnya di RW 5 RT 5. Akan tetapi lahan garapan sawahnya terletak di Pekon Bumiayu. Tepatnya berada di bawah lahan Kompos (TPA).

    “Dulu tidak pernah ada masalah, namun semenjak lahan Kompos tersebut di lapisi plastik dan air limbahnya (Lindi) masuk ke embung yang ada dibawahnya. Airnya jadi hitam serta bau yang sangat menyengat,” beber Pranoto.

    Masa tanamnya pun, lanjut Pranoto, hanya bisa ditanam saat musim rendeng (hujan). Padahal sebelumnya pada musim gadu (kering) masih bisa menanam padi. “Air embung sudah rusak berwarna hitam, tidak bisa dipakai untuk mengairi sawah, sekarang kami hanya mengandalkan air dari hujan, itu pun hasilnya tidak maksimal,” imbuhnya.

    “Lahan saya sekitar seperempat hektar, biasanya hasil gabahnya 1 ton lebih. Dua kali Panen dalam setahun. Tetapi sekarang untuk dapat 1 ton sangat berat, itu pun hanya 1 kali dalam setahun,” keluhnya.

    Terkait dengan masalah yang dialami petani Pekon Bumiarum ini. Nurhadi kepada awak media pringsewu.lappung.com. Mengungkapkan, akan melakukan pendampingan terhadap para petani. Agar keluhan petani tersampaikan kepada pemangku kebijakan. Sehingga dapat memberikan solusi, agar persoalan para petani ini segera dituntaskan.

    “Saat ini ada sekitar 5 hektar sawah terdampak oleh limbah TPA ini. Jumlah petani penggarap sekitar 20 petani yang berdomisili di Bumiarum, dan kemungkinan bisa bertambah,” ujar Nurhadi.

    Lebih lanjut Nurhadi menyampaikan, karena aktifitas saya dan kedekatan saya dengan warga. “Mereka meminta pendampingan, agar persoalan tersebut bisa disampaikan kepada pihak terkait, serta dicarikan jalan keluarnya,” ungkap Nurhadi.

    Menurut Nurhadi, seharusnya Pemerintah Daerah Pringsewu. Serta DPRD Pringsewu, peka terhadap pencemaran yang berdampak cukup luas ini.

    “Selama ini kemana saja mereka, persoalan sudah 5 tahun lalu dan sempat mencuat di media, hal ini kan berdampak terhadap lingkungan serta melibatkan banyak orang. Bukan pula mengada-ada, harus ada tindakan jelas untuk mengatasi persoalan ini,” kata Nurhadi.

    Kemudian Nurhadi menuturkan. “Warga sekitar TPA hanya mendapatkan dampak negatifnya saja. Mulai dari pencemaran udara dengan bau yang sangat menyengat, pencemaran air limbah yang sudah terlihat dampaknya, hingga lalat yang luar biasa banyaknya. Akan tetapi nasib warga sekitar tidak pernah diperhatikan,” pungkas Nurhadi.

     

    (Herry Alam)

     

    Tags: InfonesiaLimbah TPAPekon BumiarumPekon BumiayuPencemaranPetani Sawah
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kombes Pol Sri Winugroho Pantau Vaksinasi

    Next Post

    Launching Hasil SPI Diikuti Bupati Sujadi

    Related Posts

    Membaca Arti Garis Tangan
    Infonesia

    Mengungkap Fakta atau Mitos: Membaca Arti Garis Tangan

    16/05/2026
    AKBP Mochammad Yunnus Saputra
    Infonesia

    Selamat! AKBP Mochammad Yunnus Saputra Resmi Jabat Kapolres Pringsewu

    31/07/2024
    5 Sungai Terpanjang di Indonesia
    Infonesia

    5 Sungai Terpanjang di Indonesia

    16/01/2024
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Membaca Arti Garis Tangan

      Mengungkap Fakta atau Mitos: Membaca Arti Garis Tangan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Tanpa Disadari! 5 Teknologi Ini Sudah Menguasai Hidup Kita Sehari-hari

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Teknologi Sains Masa Depan Akan Mengubah Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Jejak Sejarah Kiai Haji Ghalib di Padang Suryo

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Seorang Nenek Bunuh Diri di Pekon Ambarawa Barat, Terjun ke Sumur Sedalam 10 Meter

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Tentang Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer

    © 2022 Pringsewu Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • Anekdot
    • Ekbis & Niaga
    • Hukum & Kriminal
    • Infonesia
    • Politik & Pemerintahan
    • Kolomnesia
    • Sains
    • Sportizone
    • Tekno
    • Warta Pekon
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2022 Pringsewu Lappung.com All Right Reserved