Sambungnya, tak hanya data pelanggaran lalu lintas, data terkait fatalitas kecelakaan lalu lintas, disebutkannya juga mengalami penurunan 40 persen dibandingkan pelaksanaan operasi patuh pada tahun sebelumnya.
“Jika pada tahun 2021 terjadi 5 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 2 korban jiwa, 1 korban luka berat, 1 korban luka ringan dan kerugian materil Rp 2.650.000 maka pada tahun 2022 hanya terjadi 3 kasus kecelakaan yang mengakibatkan korban luka berat 3 orang dan 1 korban luka ringan serta kerugian materil Rp 2.100.000,” ungkapnya lagi.
Kasat Lantas juga mengatakan, bahwa kesuksesan operasi patuh tak lepas dari peran serta seluruh pihak, baik aparat kepolisian yang secara masif terus melakukan sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas. “Juga karena tingginya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas,” imbuhnya.
Kemudian Kasat Lantas mengimbau, meskipun operasi patuh telah selesai, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas Saat berkendaraan. “Sehingga Kamseltibcarlantas di Kabupaten Pringsewu terus tercipta, kemudian angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan dapat diminimalisir,” tutupnya.
