Pringsewu – Rombongan Politikus kecelakaan tragis. Peristiwa ini terjadi disuatu tempat dataran tinggi dengan kontur jalan naik turun dan berkelok-kelok.
Kejadian ini diduga akibat human eror, sopir mobil ngantuk. Sopir merupakan sosok politikus kawakan yang sudah berkali-kali berhasil lolos menjadi anggota parlemen.
Mobil minibus yang mengangkut lima orang, rombongan politikus ini. Menurut penuturan saksi mata. Saat detik-detik kejadian, pada peristiwa naas ini, mobil akhirnya masuk jurang.
Karena lokasi kecelakaan sangat terpencil, tidak ada sinyal. Baru keesokan harinya tim polisi mencapai TKP (Tempat Kejadian Perkara).
BACA JUGA: Gigi Palsu Mbah Wiro
Komandan tim kepolisian saat tiba di lokasi. Langsung mengumpulkan warga setempat yang mengetahui peristiwa kecelakaan tersebut.
Berikut ini dialog Polisi dengan warga terkait peristiwa Rombongan Politikus kecelakaan Tragis:
Polisi: “Bagaimana kondisi para politikus itu?”
Warga: “Sudah kami kubur pak.”
Polisi: “Memang sudah mati semua?”
Warga: “Kemarin sih ada yang teriak-teriak masih hidup pak. Tapi bapak kan tahu bahwa omongan para politikus itu tidak bisa dipercaya. Seringkali mereka bicara ingin tolong rakyat, malah membohongi rakyat. Nah, kami yakin saat kemarin mereka teriak masih hidup, sebenarnya mereka sudah mati.”
Polisi: 😇🤪🤪😇##$$????
Catatan:
- Cerita Anekdot di atas hanya fiksi belaka. Mohon maaf jika ada kesamaan dalam penyebutan Profesi.
- Para Pembaca yang budiman. Redaksi pringsewu.lappung.com, menerima kiriman Cerita Anekdot dari Anda semua.
- Jika Anda memiliki Cerita Anekdot yang ingin dimuat di Media Online kami, segera kirimkan naskah ceritanya ke no WA redaksi 085738660847.
- Jika menurut penilaian redaksi Cerita Anekdot layak untuk dimuat maka akan di publish di Rubrik Anekdot ini. Mohon cantumkan sumbernya jika itu bukan karya asli Anda sendiri.
- Mohon maaf untuk sementara ini, redaksi belum akan memberi imbalan jika Cerita Anekdot Anda dimuat di Media Online ini.
- Partisipasi Anda semua sangat redaksi harapkan untuk bisa mengisi Rubrik Anekdot ini.
(M. Satria – Diolah dari berbagai sumber)



Lappung Media Network