Pringsewu.Lappung.COM – Anggota DPR RI dari Partai Nasdem Taufik Basari Serap Aspirasi Warga dalam kegiatan resesnya di Bumi Jejama Secancanan. Menurutnya aspirasi warga yang mengemuka dari petani terkait masalah kelangkaan pupuk dan ketersediaan air bagi petani sawah tadah hujan.
Menurut Taufik Basari, pada acara reses di Pekon Bumi Arum. Keluhan yang disampaikan terkait masalah kelangkaan pupuk dan ketersediaan air. “Ketersediaan pupuk yang sering kali langka, masalah air juga masih menjadi problem disini,” ujarnya pada Sabtu (8/1/2021).
Kemudian Taufik Basari mengatakan, sejak awal ketika menjadi Anggota Dewan, dirinya mencanangkan dan memperjuangkan Lampung menjadi Lumbung Pangan Nasional. Hal ini direspon dengan baik dari Menteri Pertanian. “Mudah-mudahan kalo kita bisa mewujudkan Lampung ini menjadi lumbung pangan nasional perhatian pemerintah kepada petani akan meningkat,” ucapnya.
Lanjutnya, bahwa lahan pertanian di Kabupaten Pringsewu harus dipertahankan. Agar produksi hasil sawah tetap berlangsung. Juga bisa mengkombinasi sawah sebagai lahan produksi dengan wisata sawah atau wisata pertanian.
“Ini sudah berjalan dibeberapa tempat di wilayah Pringsewu, luar biasa kita juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pringsewu,” katanya.
Saat ditanya salah satu awak media terkait masalah Pencemaran TPAS yang berada di wilayah kunjungannya di Pekon Bumi Arum. Taufik Basari menyampaikan, nanti kita cari informasinya, kita akan pelajari. Juga nanti kita akan lihat apa yang kira-kira kita bisa dorong untuk penanganan terhadap keluhan masyarakat tersebut.
“Terkait masalah lingkungan hidup, untuk tahap pertama kita harus mengumpulkan informasi terlebih dahulu,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Pekon Bumi Arum Sugimin mengatakan, bahwa memang belum ada yang mengadu ke pekon, terkait pencemaran embung atau cekdam. “Mungkin karena TPAS itu berada di wilayah Bumi Ayu, makanya saya belum pernah dapat laporan,” katanya.
Lanjut Sugimin, memang lahan sawah di Bumi Ayu itu, justru banyak warga Pekon Bumi Arum yang jadi pemilik sawahnya. “Kedepan saya akan berkoordinasi dengan Kepala Pekon Bumi Ayu. Untuk sama-sama mengambil langkah terbaiknya. Nanti kalo sudah ada koordinasi antara saya dan Kepala Pekon Bumi Ayu baru kami akan mengumpulkan warga,” ujarnya.
“Karna jujur saja dampak positif dari TPAS itu gak ada. Justru malah negatifnya saja yang kami rasakan. Tenaga kerja gak ada, lahan tercemar, lalat, lingkungan situ untuk dijual ke hunian ndak laku,” pungkasnya.
(Herry Alam)




Lappung Media Network