Pringsewu – Pembibitan Ikan Gurami di Pringsewu Utara. Sosok pelaku usahanya adalah M. Nur Calam. Sudah puluhan tahun ia menekuni usaha ini. Tak hanya ikan gurami. Ikan lele, dan aneka ikan hias juga tersedia di kolam pembibitan miliknya.
Lokasi Pembibitan ikan gurami ini, beralamat di Jalan Panda Lingkungan 5 RT 08 Kelurahan Pringsewu Utara. Pada pekarangan depan rumah kediamannya. M. Nur Calam, membuat beberapa kolam untuk usaha pembenihan/pembibitan berbagai macam jenis ikan. Diantaranya ikan gurami, ikan lele, ikan hias cupang, ikan koki, dan ikan golden. Juga melayani permintaan cacing sutera.
M. Nur Calam saat disambangi dilokasi pembibitannya pada Minggu siang (21/11/2021). Mengungkapkan bahwa, usaha ini telah ditekuninya sejak tahun 2000an.
BACA JUGA: Rio Cahyowidi Selamat Datang dan Selamat Bertugas
“Kalo untuk pribadi, Saya itu sudah mulai berkecimpung dipembibitan ikan gurami dari tahun 2000. Namun kala itu belum seberapa. Sejak tahun 2003 sudah mulai benar-benar beraktivitas pembibitannya sampai sekarang ini,” kata dia.
Menurut penuturannya, ia pertama kali belajar pembibitan ikan lele. Seiring dengan jalannya waktu. Ia juga bisa dalam hal pembibitan ikan gurami dan ikan hias. “Sekarang Saya mengelola pembibitan ikan gurami, ikan lele dan ikan hias,” ujanya.
Kemudian menurutnya, usaha ikan gurami yang dilakukannya adalah pembenihan ikan gurami dari telur sampai menjadi ikan yang berukuran siap jual. “Artinya siap jual maksudnya, bibit ikan gurami ukuran berapa saja, jika ada peminat maka akan saya jual,” katanya.
BACA JUGA: Fauzi Himbau Giatkan Senam dan Berantas DBD
Menurut penjelasannya, ada banyak istilah ukuran dalam penyebutan bibit ikan gurami. Yaitu ukuran kukuan, jentikan, jarian, jempolan, siletan, dan ukuran tiga 3 jari. “Setiap ukuran tersebut, masing-masing harganya beda-beda,” imbuhnya.
Selanjutnya menurut penuturannya, yang paling banyak peminatnya adalah ukuran jempolan dan siletan. “Bibit gurami yang banyak diminati ukuran jempolan dan siletan,” ujarnya.
Terkait pembelian telur gurami yang nantinya akan dijadikan bibit. M. Nur Calam mengungkapkan. Harga telur gurami bervariasi bergantung dengan pasokan dan lihat musim juga. Lanjutnya, harga telur gurame berkisaran Rp.30 dan tertinggi Rp. 100 perak perbutir.
BACA JUGA: Rumah Karantina Covid-19 di Pringsewu
“Kadang beli telur gurame dari Pulau Jawa. Kadang dari Talang Padang, Kadang dari Kalirejo. Gak mestilah, kita beli dimana yang ada. Jika harga lagi melambung sampai Rp. 100. Kita tetap beli karena memang lagi gak ada barangnya,” katanya.
M. Nur Calam selanjutnya, bercerita tentang perawatan dalam menjalankan usaha pembenihan atau pembibitan gurami. Menurutnya merawat dan menjaga kualitas air merupakan hal penting. Juga pemberian pakan ikan sangat penting, agar pertumbuhan ikan cepat besar.
“Untuk cara perawatan pembibitan gurami. Saya pribadi dari telur. Kita harus maksimal dengan air. Terutama kualitas air harus dijaga. Dengan cara ganti air atau tambah air liat kondisi ikannya. Juga Biar pertumbuhan ikan itu cepat besar, faktor pemberian makanan juga sangat penting. Makanan cacing sutera harus bersih dan steril. Agar ikan tidak terkena serangan berbagai penyakit,” ujarnya.
Pembeli bibit gurami, yang telah menjadi pelanggan M. Nur Calam. Kini sudah menjangkau dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. “Kalo bibit gurami pembelinya cukup luas. Artinya gak bisa satu daerah saja. Ada dari Metro, Kalianda, Padang Cermin, Pagelaran dan daerah lainnya. Boleh dikatakan hampir tiap daerah mengambil kesini,” menurutnya.
Saat permintaan sangat banyak, pembibitan miliknya tidak mampu memenuhi. Maka ia akan menghubungi para pembenihan/pembibitan lainnya untuk mencukupi permintaan pelangannya. “Para sesama pembenihan dan pembibitan gurami, saling membantu karena sudah terjalin link yang baik,” ujar bapak dari Feri Agung ini.
Prospek usaha pembenihan ikan yang menurutnya masih baik. Serta dukungan keluarga, baik isteri dan anak-anaknya. Hal tersebut membuat dirinya, tetap setia menekuni usaha ini. “Kalo Saya pribadi, belum ada gambaran untuk usaha yang lain. Insya Allah kedepannya jika sudah terkumpul modal yang cukup. Saya akan melakukan perbaikan kolamnya, agar hasilnya semakin maksimal,” ujar suami dari Wigiarti ini.
“Insya Allah permintaan bibit gurami semakin banyak. Seperti dulu lagi sebelum adanya covid,” pungkasnya.
M. Satria
